Seharusnya Kejaksaan Koreksi Diri

detiknews Pakar Hukum Tata Negara Universitas Sriwijaya Palembang Bahrul Ilmi Yakup menilai, dengan adanya pesan singkat atau SMS Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) kepada kepada Kasubdit Penyidikan Jampidsus Kejagung Yulianto harus dijadikan bahan koreksi diri lembaga Kejaksaan.

Seharusnya, lanjut dia masukan seperti SMS Hary Tanoe bisa dijadikan bahan untuk Korps Adhyaksa lebih baik dan maju ke depannya. “Masukan Hary Tanoe harus diterima sebagai bahan untuk memperbaiki diri, dan tidak konstitusiinal jika dipidanakan,” kata Bahrul.

detiknews Bahrul yang juga Ketua Asosiasi Advocat Konstitusi itu mengingatkan seluruh masyarakat memiliki hak yang sama dalam menyuarakan aspirasinya ┬áharus diterima dan diperlakukan secara baik. “Masukan masyarakat harus diterima dan diperlakukan secara positif sebagai implementasi asas pelayanan publik,” ujarnya.

Kemudian, menurut dia SMS yang bersifat masukan adalah sesuatu hal yang tidak memenuhi unsur pidana. Dengan demikian, Kejaksaan tak memiliki hak konstitusional untuk melakukan pemidaan dalam pesan tertulis tersebut.

“Jaksa tidak punya hak konstitusional untuk memidana masyarakat yang memberi masukan, seperti SMS Hary Tanoe,” tutur dia. detiknews

Leave a Reply to and Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *